Rabu, 05 Oktober 2011

Uban Tumbuh Karena Kurangnya Oksigen di Batang Rambut


Secara teoritis uban terjadi karena kurangnya oksigen di batang rambut. Papil rambut menerima sari-sari makanan dari ujung-ujung pembuluh darah dan zat yang dihisap kekurangan oksigen.
"Sehingga terjadilah rambut yang susunannya tidak baik. Hal ini memengaruhi melanin di rambut dan terjadilah uban," terang Bastian Hendra, Praktisi Kecantikan dari Bandar Lampung.
Penyebab timbulnya uban dibagi menjadi dua, yaitu jika usia muda (dibawah 25 tahun), maka uban biasanya dipengaruhi oleh keturunan / congenitalis, iklim, stres, obat-obatan baik dalam maupun luar
Sementara jika uban menyerang di usia tua (diatas 40 tahun), dipengaruhi oleh usia tua atau canitis semilis dan dipicu oleh obat / kosmetik misalnya pemakaian cat rambut
Tidak ada obat atau kosmetik yang dapat  menghilangkan uban. Kecuali dengan cat rambut atau diwarnai yang sifatnya sementara. Namun cat rambut ini dapat merangsang pertumbuhan uban. Sehingga efeknya dapat memperbanyak tumbuhnya rambut bewarna putih tersebut.

Selasa, 04 Oktober 2011

REPUBLIKA.CO.IDhendri-success.blogspot.com, TORONTO - Semua mahfum, makanan yang kita konsumsi, bisa mempengaruhi tekanan darah. bagi penderita hipertensi, persoalan tekanan darah ini menjadi krusial, karena bisa berimbas pada kesehatan jantung.
Terkait hipertensi, The Canadian Hypertension Society merekomendasikan apa yang mereka sebuh sebagai DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), alias diet untuk mencegah dan memperingan hipertensi. Dalam diet ini, penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta susu.
Mengapa susu? Lembaga ini mengutip sebuah studi yang menunjukkan konsumsi susu, yoghurt, dan keju secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah.
Sebaiknya, orang dewasa berusia antara 19 sampai 50 tahun mengonsumsi dua kali produk susu atau olahannya. Jumlah perlu ditambah jika penderita sudah berusia di atas 50 tahun, menjadi tiga kali sehari.
Berapa ukuran satu kali saji? TCHS menyarankan, satu kali servis susu setara dengan 1 cangkir susu, tiga perempat cangkir yoghurt, atau 50 g keju.
Bila kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu, maka tekanan darah akan mudah dijaga agar selalu stabil.

Warna mobil dan kepribadian Anda


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Apakah Anda seorang yang hangat, misterius, atau loyal? Semua ternyata bisa diteropong dari warna mobil yang Anda pilih.
"Pilihan warna bisa menggambarkan seperti apa kepribadian kita," kata Holly James, psikolog klinis dari Artemis Counselling Services. "Warna bisa merefleksikan satu atau dua hal tentang Anda. Warga juga bisa membawa aspek positif dalam hidup Anda."
Betul, katanya, warga yang dipilih untuk sebuah mobil bisa dipengaruhi oleh tren atau budaya sekitar. "Namun jangan salah, warna juga bisa mencerminkan respons perilaku dan emosi pemiliknya," katanya.

Apa 'warna' pribadi Anda jika diteropong dari warna mobil Anda? Ini kata Holly James:


Mobil merah

Merah adalah warna yang tegas, penuh energi. Selain itu, juga hangat dan sensual. Merah memberi energi dan stumulus yang tinggi. Orang dengan pilihan mobil merah biasanya adalah orang yang penuh ambisi dan sedikit impulsif, menyukai tantangan, dan berani ambil risiko. 


Mobil hitam

Hitam adalah kumpulan semua warna. Menyiratkan kekuatan dan misteri, suka akan kenyamanan dan kesendirian. Pemilih mobil hitam biasanya adalah orang yang tak begitu suka menonjolkan diri, tapi penuh percaya diri.


Mobil Putih
Putih selalu dikaitkan dengan inosens dan kesucian. Pemilih warna putih umumnya adalah pemimpi, dengan gambaran tentang masa depan sebagai 'gambar besar' impiannya.


Mobil silver
Anda adalah seorang komunikastor, juga penginspirasi kebenaran. Penyuka warna ini umumnya memiliki insting yang bagus; kepercayaan juga menjadi salah satu insting yang dimilikinya.




Mobil hijau

Hijau adalah simbol sikap bersahabat, tenang, dan cinta lingkungan. Hijau membawa pikiran kita pada alam; hutan, rumput, pepohonan. Pecinta mobil warna hijau umumnya adalah seorang berjiwa observer, dan pemerhati detil. 


Mobil biru
Biru adalah warna emosi; tenang dan teduh, suka ketenangan dan kedamaian. Jika Anda penyuka warna biru, Anda mungkin bersifat konservatif dan setia, yang mengutamakan nilai kasih sayang dan kelembutan di atas segalanya.


Mobil orenye atau kuning terang
Warna ini menyiratkan pesan, "Lihatlah saya!" Penyuka warna ini umumnya bersikap flamboyan, penuh spontanitas, dan energi. Dia memiliki pribadi yang menarik, terbuka akan tantangan dan perubahan. Satu lagi: mereka juga humoris.

Senin, 03 Oktober 2011

Cara Mengelola Uang Ketika Berkunjung ke Asia Tenggara

Pertanyaan tentang uang saat melakukan perjalanan adalah salah satu topik yang paling populer di forum situs Travelfish. Pertanyaan yang selalu muncul adalah bagaimana dan di mana saja tempat untuk menarik uang di tempat bepergian. Silakan baca terus untuk mengetahui saran-saran untuk mengatur dana kita pada saat liburan maupun tips lainnya yang berhubungan dengan uang.



Cara terbaik untuk mengatur uang kita saat bepergian di Asia, pertama-tama kita harus paham akan biaya saat penarikan. Langkah selanjutnya, kita mulai mencari tahu kartu yang paling baik untuk menarik uang.

Setelah kita memilih kartu yang paling baik untuk bepergian, strategi terbaik adalah dengan menggunakan kartu ATM sebagai sumber utama dana, dikombinasikan dengan cek pelawat dan uang tunai sebagai sumber sekunder.

Jika kita sudah melakukan penelitian dan mendapatkan kartu dengan biaya penarikan yang rendah, ini artinya kita telah memiliki kombinasi paling bagus antara kenyamanan, keselamatan dan biaya.

Ada empat pertimbangan utama jika menggunakan uang di luar negeri: biaya komisi, nilai tukar, suku bunga, dan biaya transaksi.

Biaya komisi
Dapat berupa persentase atau biaya dengan harga tetap. Cek pelawat umumnya dikenakan biaya 1-3% (bisa sampai 5-6%) jika dibeli di negara asal. Biaya itu akan ditambah 1-2% ketika kita melakukan penukaran ke dalam mata uang asing (tapi, kadang-kadang bisa juga diuangkan tanpa kena biaya). Bisa juga kita tidak dikenakan biaya saat menukarkan uang, misalnya saat terpampang papan iklan "No commission", tapi kemungkinan nilai tukarnya rendah atau ada biaya tersembunyi.

Valuta asingMata uang tertentu lebih berharga dibandingkan lainnya. Nilai tukar sangat bervariasi, hal yang harus selalu diingat adalah belilah mata uang asing di Asia.

Kami pernah menulis pada tahun 2007, satu bank asal Australia yang sangat populer menawarkan untuk menjual Baht Thailand pada tingkat 27,9812. Sebuah bank Thailand yang sama populernya bersedia membeli dollar Australia pada angka 30,61875. Jika kita menukarkan A $1.000 maka akan ada perbedaan besar, 27.981 baht vs 30.618 - hampir A $100.

Jual-beli valuta asing adalah hal yang penuh "permainan" jika kita menggunakan kartu kredit atau kartu debit di luar negeri. Mereka akan memberikan konversi sesuai tingkat antar bank, tetapi bukan tidak mungkin selanjutnya ada biaya transaksi sampai 3%.

Suku bungaPenyedia jasa keuangan akan mengenakan biaya jika kita  meminjam uang tunai atau berbelanja dengan kartu. Salah satu cara untuk menghindari kewajiban membayar bunga adalah mengisi kartu kredit dengan dana yang cukup sebelum berangkat.

Hal ini sering kali bermanfaat, tapi beberapa kartu langsung mengenakan bunga begitu kita menarik uang, meskipun kartu kita masih punya dana lebih. Perhatikan syarat-syarat tersembunyi dalam kartu kredit!

Biaya transaksiBiaya transaksi biasanya kecil tapi bisa memberatkan. Biasanya biaya transaksi dalam kisaran $2-5 per transaksi. Di Vietnam hal ini bisa "tidak main-main" karena penarikan tunggal terbesar dari ATM adalah sekitar $125 - artinya jika kita ingin $500 secara tunai, kita harus menarik $125 empat kali, artinya ada biaya transaksi  minimal $8. Ini tidak menjadi masalah di Kamboja yang batas penarikan tunggalnya $ 2000.



Pro dan kontra
Tunai

Uang tunai adalah yang paling memudahkan kita. Sangat fleksibel dan kita tidak perlu menunjukkan paspor jika ingin menukarkan uang atau menukarkan cek pelawat.

Tapi, uang tunai juga paling mudah hilang, sangat berisiko untuk membawa uang dalam jumlah besar. Jika hilang atau dicuri, artinya benar-benar tak kembali. Ini jelas beda dengan Cek pelawat yang dapat diganti.

Asia adalah tempat yang bagus untuk menukarkan uang. Jika memungkinkan, bandingkan dulu nilai tukar di sejumlah tempat penukaran uang, tapi tentunya tak perlu  buang waktu dan uang demi mondar-mandir melintasi kota untuk menghemat 10 baht.

Bank dan penukaran uang biasanya memberikan harga yang jauh lebih baik dari pada hotel atau bisnis lainnya. Langkah bijaksana adalah menukar uang di penukar uang berlisensi karena meski kita mendapat nilai tukar yang tidak terlalu menguntungkan, tapi terhindar dari penipuan atau diberi uang palsu.

Pecahan  besar biasanya mendapatkan nilai tukar yang lebih baik di penukaran uang, tetapi tak ada salahnya menyimpan beberapa pecahan kecil. Cara cerdas lainnya adalah menyimpan beberapa ratus dollar tunai untuk keadaan darurat.

Cek pelawatKeuntungan utama dari cek pelawat adalah dapat diganti jika hilang atau dicuri. Kelemahannya adalah bahwa sering ada (meskipun tidak selalu) biaya saat menukarkan cek tersebut. Meskipun demikian, anggap saja ini hal kecil atau sejenis asuransi dalam perjalanan karena kita dijamin mendapatkan uang tunai dalam keadaan darurat. Cek pelawat biasanya diterbitkan dalam dolar AS, tetapi mata uang lainnya juga semakin diterima.

Ketika membeli cek pelawat, bandingkanlah dulu antara beberapa penyedia dan biaya-biaya yang mereka kenakan. Jika cek yang ditawarkan bebas biaya komisi, perhatikan dulu dengan seksama kurs yang ditawarkan. Tanyakan juga ada-tidaknya biaya saat cek pelawat itu kita jual kembali. Juga, tanyakan lokasi di tempat tujuan yang menerima penukaran cek pelawat secara gratis. Belilah cek pelawat untuk nilai besar - minimal $100. Di bawah itu, kita akan kehilangan terlalu banyak karena membayar biaya-biaya.

Menyimpan beberapa ratus dolar dalam bentuk cek pelawat sebagai cadangan merupakan hal yang cerdas. Jika kita kehilangan kartu ATM, ada pemadaman listrik, jaringan ATM sementara off-line atau di tempat terpencil yang tidak menerima ATM, cek pelawat bisa jadi alternatif.

Kartu kredit dan debetPeriksa dengan hati-hati istilah dan syarat-syarat di kartu kita. Periksa dengan seksama ketentuan transaksi ATM dan biaya konversi mata uang. Pastikan kartu kita memiliki simbol Cirrus atu Maestro Plus- jika tidak, kita mungkin tidak dapat menggunakannya di luar negeri.

Jika kita menggunakan kartu untuk melakukan penarikan ATM, setiap kali penarikan lakukanlah dalam jumlah besar. Biaya yang dibebankan tidak akan sebesar jika kita menarik berulang kali dalam jumlah kecil (asumsinya, Anda merasa cukup aman dan nyaman membawa uang tunai).

Pastikan kita memiliki kode PIN ATM 4-digit karena kode 6-digit kadang-kadang tidak berlaku di Asia. Keypad ATM di Asia biasanya tanpa huruf, jadi jika pin ATM kita menggunakan huruf, pastikan  mengetahui angka yang sesuai. Jika ragu, gunakan tombol ponsel untuk mengetahuinya.

Beri tahu bank kita bahwa nasabahnya sedang  bepergian ke luar negeri, hal ini untuk mencegah akun kita secara tidak sengaja termatikan. Pertimbangkan juga untuk membawa ATM kedua atau kartu kredit dari rekening lain sebagai cadangan jika kartu utama hilang atau dicuri.

Usahakan agar hanya menggunakan mesin ATM di dalam atau di sebelah bank. Jadi, jika ada masalah dengan kartu, kita bisa meminta bantuan staf bank.

Kartu perjalanan prabayarIni semacam kartu debit, kita mengisi kartu dengan uang sebelum bepergian kemudian menggunakannya  seperti kartu kredit atau kartu debit. Contohnya adalah Visa TravelMoney, MasterCard Traveller's Cash cards dan Post Office Travel Money Card. Tetap berhati-hati terhadap biaya transaksi seperti pada kartu kredit dan kartu debit.



Saran buat negara-negara tertentu
Kamboja

Demi kepraktisan, mata uang di Kamboja adalah dolar AS, dan hampir semua hotel, restoran, tur dan toko menerima dolar. Akan sangat berguna jika kita membawa dolar pecahan kecil misalnya setumpuk uang kertas satu dolar. Uang kembalian dalam jumlah kecil akan diberikan dalam mata uang lokal, riel, dan akan sangat berguna untuk transaksi kecil.

Jangan pernah menerima uang kertas dolar AS yang robek di Kamboja - bahkan robek kecil atau lubang akan membuatnya susah laku. Uang kertas baru pecahan $100 sudah pasti diterima.

ATM, misalnya Royal Bank ANZ, mengeluarkan dolar AS dan tersedia di pusat-pusat wisata utama seperti Phnom Penh, Siem Reap, Battambang dan Sihanoukville.

Beberapa ATM juga mengeluarkan mata uang lokal, riel, tetapi biasanya hanya untuk pemegang rekening lokal. ANZ mengenakan biaya $2 per penarikan yang menggunakan kartu asing. Baht Thailand juga diterima di beberapa tempat di Kamboja, tetapi nilai tukar biasanya tidak menguntungkan seperti dolar.

LaosMata uang resmi di Laos adalah kip tapi urusan bisnis biasanya menggunakan dolar AS dan baht Thailand. Uang kembalian bisa berupa kip atau dolar AS, tergantung besar-kecilnya.

ATM dengan akses internasional tersedia di sebagian besar pusat wisata utama di Laos, tapi setiap penarikan dibatasi dalam jumlah yang tak besar (700 ribu kip di BCEL atau hingga 1 juta kip di Lao Development Bank). Artinya, biaya untuk menarik dana menjadi mahal. Lebih baik kita membawa uang tunai dalam persentase yang lebih tinggi (dollar AS atau baht Thailand) atau cek pelawat saat bepergian di Laos.

Kartu kredit dan kartu debit sangat berguna di Laos, khususnya pada bisnis skala besar dan Anda bisa menarik uang tunai di kasir menggunakan kartu-kart ini. Tapi, ada biaya tambahan 3% pada semua transaksi kredit dan kartu debit.

SingapuraMata uang Singapura adalah dolar Singapura. Kita dapat dengan mudah melakukan penarikan tunai dengan ATM atau kartu kredit jika melakukan pembelian dalam jumlah besar.

ThailandBerbagai tempat hanya menerima Baht Thailand, tapi sebagian toko perhiasan atau penjahit masih mengenakan tarif dolar AS atau Euro. Thailand memiliki jaringan ATM yang luas, dengan ATM yang tersedia bahkan di lokasi terpencil. Bank dan jasa penukaran uang ada di mana-mana. Semua ATM di Thailand menarik 150B sebagai biaya transaksi jika menggunakan kartu asing.

VietnamDolar AS cukup mudah digunakan di Vietnam tapi akan lebih menguntungkan kita jika pembayaran kita lakukan dalam mata uang lokal, dong. Dan untuk pembelian kecil, Anda diharap untuk membayar dengan dong. ATM tersedia dengan mudah, meski batas per penarikan adalah 2 juta dong atau cuma sekitar $125. Harap perhatikan biaya-biaya jasa penarikan.



Saran-saran umumAda beberapa tips lain agar perjalanan Anda lancar.

Uang kembalian mungkin akan menjadi masalah jika kita bertransaksi di restoran dan toko-toko kecil, jadi pecahkanlah dulu uang kertas Anda setiap kali ada kesempatan.

Tips lainnya adalah membayar dengan pecahan kecil, misalnya membayar tagihan 280 baht dengan tiga lembar 100 baht. Ini lebih baik daripada menyerahkan uang kertas 500 baht atau 1000 baht, sekaligus mengurangi risiko tidak mendapatkan uang kembalian secara penuh.

Koin masih digunakan di Thailand dan Singapura, tetapi tidak lagi digunakan di Vietnam, Laos dan Kamboja.

Jika kita keluar kota, hanya bawa yang diperlukan dan lainnya tinggalkan di brankas di kamar atau safety box yang disediakan.

Terakhir, ingatlah bahwa dong Vietnam, riel Kamboja, dan kip Laos hanya berharga di dalam negeri masing-masing. Jadi sebelum anda pulang, habiskan uang itu atau masukkan ke kotak amal.

Senin, 31 Januari 2011

Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al An'aam, 6:125)
Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.
Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan], sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak]. Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.
Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:
Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya, stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis.
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa "… hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an, 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)


Sumber : HARUN YAHYA

Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al An'aam, 6:125)
Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.
Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan], sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak]. Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.
Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:
Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya, stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis.
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa "… hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an, 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)

Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al An'aam, 6:125)
Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.
Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan], sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak]. Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.
Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:
Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya, stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis.
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an:
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa "… hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an, 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)